Pengamat Politik:Manuver PKS Usung Poros Tengah Dobrak Kekuatan Partai Golkar di Pilkada Karanganyar

Bramantyo
.
Selasa, 15 November 2022 | 21:05 WIB
Pengamat Politik UNS Agus Riwanto menilai ada dua poin dari pertemuan antara Rohadi dari PKS dan Rinto Subekti dari Partai Demokrat sebagai upaya manuver PKS untuk menarik perhatian Partai Golkar atau mendobrak dominasi partai berlambang beringin di Pilkada 2024 (Foto: Sindonews)

KARANGANYAR, iNewskaranganyar.id - Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Agus Riwanto mensoroti pertemuan antara Rohadi Widodo dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti.

Menurut Agus, pertemuan kedua tokoh dari kedua partai berbeda ini merupakan pertemuan partai yang belum memenuhi terestrial threshold untuk mengusung calonnya sendiri di Pilkada 2024 nanti.

Dimana, PKS sangat sadar betul bila partainya di Pilkada 2024 tidak mungkin mengusung calon sendiri. Begitu pula dengan Partai Demokrat yang juga sadar tak bisa mengusung calonnya sendiri.

Karena kesadaran itulah, keduannya mencoba membangun koalisi di Pilkada nanti. Dan koalisi ini bila diseriusi, ungkap Agus akan menjadi batu sandungan partai lain.

"Kalau saya lihat kaitannya (pertemuan) Rohadi dan Rinto dari dua partai berbeda, saya melihat dari kebiasaan dan gesturnya saja itu karena PKS ini sangat sadar sekali tidak mungkin mencalonkan sendiri karena memang suaranya tidak cukup. Begitu juga Demokrat, juga tidak mungkin mencalonkan sendiri. Karena sama-sama suaranya tidak mencukupi kuota terestrial threshold. Maka satu-satunya cara ya berkoalisi,"papar Agus pada iNewskaranganyar.id, Selasa (15/11/2022).

Ia mengatakan disinilah letak sisi menariknya. Pasalnya, bila melihat dari gestur dan kebiasaan dari PKS, PKS memiliki kebiasaan cenderung mencari kawan untuk mencapai kemenangan tinggi, dibandingkan berkoalisi dengan partai yang diperhitungkan tingkat kemenangannya sangat kecil.

Sehingga, Agus menduga, pengalaman dimana PKS melalui Rohadi Widodo pernah berkoalisi dengan Juliyatmono dari Partai Golkar, membuat PKS ingin mencoba lagi mendekat dengan kekuasaan. Namun kali ini cara yang dilakukan PKS berbeda.

Follow Berita iNews Karanganyar di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini