KARANGANYAR, iNewskaranganyar.id - Pratik urban farming atau pertanian perkotaan kini kerap diterapkan oleh para masyarakat sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan-lahan terbengkalai.
Urban farming tidak sekadar menyediakan pangan lokal yang sehat, tetapi juga memberikan potensi ekonomi signifikan bagi masyarakat perkotaan.
Itulah yang coba dilakukan Yayasan Perempuan Tani Sejahtera Indonesia (PTSI) bekerjasama dengan Tani Merdeka. yang menyulap lahan terbengkalai menjadi lahan hijau yang produktif.
Dimana, ratusan ibu-ibu rumah tangga di wilayah Ngasem, Kecamatan Colomadu Karanganyar, diberi pembekalan hingga pelatihan budidaya tanaman pangan melalui urban farming.
Ketua PTSI, Supriyadi Kuncung mengatakan kegiatan yang menyasar 250 warga merupakan yang keempat kali di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pelatihan urban farming ini sebelumnya digelar di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu,, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo dan Desa Klodran, Kecamatan Colomadu.
Di empat tempat, jumlah perserta itupun sama, yakni melibatkan 250 orang. Kali ini, kegiatan dihadiri istri Rober Christanto, Farida Nurhayati yang merupakan Kepala Puskesmas Jaten Karanganyar dan istri Adhe Eliana mewakili kaum perempuan.
"Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain diskusi dan pelatihan budidaya pangan juga diberikan bibit cabai dan pupuk organik. Kami sangat bersyukur dari hasil evaluasi yang sudah dilaksanakan ternyata membawa manfaat bagi warga. Mereka bisa belajar dan menjaga ketahanan pangan secara mandiri,"papar Supriyadi Kuncung, Senin (30/9/2024).
Ia mengatakan dalam kegiatan ini, juga diberi edukasi kepada ibu-ibu yang memang menjadi sasarannya. Tujuannya, ungkap Supriyadi, agar bagaimana ketahanan pangan ternyata bisa dimulai dari rumah masing-masing.
Senada, Sekjen DPD Tani Merdeka Jateng, Wawan Pramono mengatakan ketahanan pangan yang diawali dari tempat tinggal masing-masing sangat penting.
Hal ini sekaligus sejalan dengan program Pemerintah terkait ketahanan pangan dan kemandirian pangan.
Editor : Ditya Arnanta