Konflik PWI Ganggu Dunia Pers Nasional, Surakarta Diusulkan Jadi Titik Damai

Muhammad Bramantyo
Anas Syahirul dan tokoh PWI lainnya menyerukan penyelesaian damai atas konflik panjang yang melanda PWI (Foto: Ist)

Lebih jauh, konflik ini juga menyebabkan minimnya advokasi terhadap kasus kekerasan pers dan melemahnya posisi PWI dalam penyusunan regulasi negara. Beberapa isu penting di dunia pers pun tak terpantau dengan baik karena energi organisasi tersita untuk konflik internal.

Empat Usulan Jalan Damai dari Joglosemar

Menyikapi kondisi ini, para aktivis pers Joglosemar menyampaikan empat usulan jalan damai:

1. Rekonsiliasi Bersama: Mengajak semua pihak, baik di pusat maupun daerah, untuk menurunkan ego dan menyatukan langkah demi PWI.

2. Alternatif Penyelesaian Selain Kongres: Mendorong pendekatan kekeluargaan dan kenegarawanan tanpa harus bergantung pada Kongres Dipercepat.

3. Dukungan pada Usulan Komdigi: Mendesak realisasi Kongres Dipercepat sebagai upaya solusi konkret.

4. Surakarta sebagai Titik Rekonsiliasi: Menawarkan Surakarta sebagai tempat netral untuk digelarnya rekonsiliasi nasional, mengingat kota ini adalah tempat lahirnya PWI.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap organisasi, para aktivis berharap agar PWI dapat segera kembali solid dan fokus menjalankan peran pentingnya dalam menjaga marwah pers Indonesia.

Editor : Ditya Arnanta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network