
iNewskaranganyar. id - IDUL FITRI, hari kemenangan yang dinanti umat Islam di seluruh dunia, bukan sekadar perayaan akhir dari bulan Ramadan.
Lebih dari itu, Idul Fitri adalah simbol kemenangan spiritual setelah sebulan penuh berjuang melawan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.
Hari ini menandai puncak dari perjalanan rohani yang mendalam, di mana umat Islam membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, serta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Dikutip dari NU Online, sejarah mencatat bahwa Idul Fitri pertama kali dirayakan pada masa Rasulullah SAW, setelah kemenangan gemilang dalam Perang Badar.
Kemenangan ini bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan spiritual, yang menunjukkan bahwa dengan iman dan ketakwaan, umat Islam dapat mengatasi segala rintangan.
Rasulullah SAW mengganti tradisi perayaan jahiliyah dengan Idul Fitri dan Idul Adha, memberikan makna baru pada perayaan dengan nilai-nilai Islam.
Idul Fitri juga merupakan momen penting untuk mempererat tali silaturahmi. Tradisi saling memaafkan dan mengunjungi keluarga serta kerabat mencerminkan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
Di Indonesia, tradisi mudik menjadi simbol kuat dari nilai ini, di mana jutaan orang kembali ke kampung halaman untuk merayakan kebersamaan dengan keluarga besar.
Editor : Ditya Arnanta
Artikel Terkait