get app
inews
Aa Read Next : Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Jawa Tengah, Antisipasi Kekeringan dan Peningkatan Produksi

Kaesang Pangarep Ajak Erina yang Tengah Hamil Ikut Kirab 1 Suro Pura Mangkunegaran

Minggu, 07 Juli 2024 | 23:15 WIB
header img
Kaesang Pangarep ajak sang istri Erina Gundono yang tengah hamil ikut kirab 1 Suro yang digelar Pura Mangkunegaran (Foto: iNewskaranganyar.id/Bramantyo)

SOLO, iNewskaranganyar. id - Ribuan masyarakat ikut merayakan ergantian tahun Hijiriah tepat 1 Muharam atau biasa dikenal masyarakat Jawa, malam satu Suro di Kota Solo berlangsung meriah di depan Puro Mangkunegaran, Minggu (7/7/2024). 

Mereka yang datang tak hanya dari kota Solo, tapi juga dari luar kota Solo ini rela berdesak-desakan untuk melihat dari dekat prosesi kirab yang digelar Pura Mangkunegaran

Pantauan iNewskaranganyar. id, terlihat putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep terlihat ikut dalam prosesi kirab 1 Suro yang digelar Pura Mangkunegaran. Bahkan istrinya, Erina Gundono yang tengah hamil ini pun tak ingin kalah, ikut dalam kirab. 

Selain Kaesang Pangarep dan Istrinya, putri Ketua DPR RI Puan Maharani, Pinka Haprani inipun ikut kirab. Bahkan terlihat Anggota DPR RI, Aria Bima dan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa tak mau ketinggalan ikut juga dalam kirab tersebut. 

Sama pada tahun sebelumnya, di malam 1 Suro 2024, Puro Mangkunegaran inipun ikut mengkirabkan lima pusaka berupa tombak yang dilapisi kain berwarna kuning. 

Pusaka ini ikut dikirab bersama rombongan kerabat Mangkunegaran, dan juga masyarakat. Para pria, terlihat mengenakan busana Jawa beskap berwarna hitam lengkap dengan bawahan jarit dilengkapi dengan blangkon khas Solo tanpa menggunakan alas kaki. 

Sedangkan bagi wanitanya juga berkebaya hitam dan bersinjang (kain) juga tanpa alas kaki. Mereka berjalan kali mengelilingi tembok Pura Mangkunegaran. Selama kirab berlangsung mereka tidak diperkenankan untuk berbicara. 

Bagi masyarakat Jawa khususnya pergantian tahun baru ini merupakan ajang perenungan diri. Ritual tapa bisu selalu dilakukan pada Malam Sura sebagai bentuk perenungan diri agar menjadi lebih baik lagi.

Suasana hening tercipta sepanjang kirab berlangsung. Setelah pusaka milik Pura Mangkunegaran diberangkatkan, ratusan masyarakat berebut air jamasan pusaka milik Pura Mangkunegaran.

Mereka terlihat berebutan, sambil membawa botol plastik untuk mengisi air sisa jamasan yang dipercaya sebagian masyarakat bisa memberikan berkah. Seperti untuk pengobatan,  penglarisan juga untuk tanaman menjadi subur.    

Saputri warga Lampung, terlihat basah kuyup tersiram air sisa jamasan. Meski begitu dirinya tetap bersemangat untuk ikut berebut sisa air jamasan. Hasilnya sekantong plastik penuh  berhasil didapatkan.  

"Tadinya saya tidak tertarik ikut rebutan air bekas jamasan Ini. Tapi setelah dengar omongan warga yang berebut, saya akhirnya tertarik ikut rebutan. Lihat saja, saya sampai basah kuyup. Tapi tidak masalah bisa ngalab berkah disini. tadi juga sempat cuci muka dengan air jamasan. Ini sisanya buat orang dirumah," papar Saputri yang datang bersama dua temannya. 

Setelah rombongan kirab kembali ke Pura Mangkunegaran dan benda pusaka Pura Mangkunegaran dikembalikan ke tempat penyimpanannya, Mangunegaran X mengawali melempar uduk-uduk berupa bunga mawar dan juga koin kepada masyarakat yang menyaksikan kirab. Mereka mempercayai udik-udik tersebut merupakan berkah dan rejeki.***

Editor : Ditya Arnanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut