get app
inews
Aa Read Next : Melihat Dekat Pantai Balekambang Malang, Saudara Kembar Tanah Lot Bali, Seperti Apa?

Sejarah Gunung Panderman, Benarkah Nama Kota Batu Ada Kaitannya dengan Gunung Putri Tidur Ini?

Rabu, 02 Agustus 2023 | 15:40 WIB
header img
Sejarah Gunung Panderman, Benarkah Nama Kota Batu Ada Kaitannya Dengan Gunung Putri Tidur Ini? (Foto: Travelyuk)

MALANG, iNewskaranganyar.id - Gunung Panderman adalah sebuah gunung di Kota Batu, Malang. Gunung ini memiliki ketinggian 2.045 mdpl dengan puncaknya Basundara.

Dikutip dari Wikipedia, nama Panderman berasal dari asal kata "Dermo" dalam bahasa jawa berarti 'sekedar'.

Seperti umumnya di Jawa, dulunya gunung sering dijadikan tempat bertapa.

Begitu juga dengan gunung Panderman. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari pemukiman dan juga tidak terlalu tinggi dibanding gunung disekitarnya, maka gunung ini hanya 'sekedar' digunakan untuk menyepi sejenak, merenungi diri atau dalam bahasa jawa sadermo mandireng pribadi. Dari sinilah nama Panderman diberikan.

Diperlukan waktu kira-kira tiga jam untuk mendaki dan menuruni Gunung Panderman dari pusat kota Batu.

Meski tidak ada cerita legenda apapun, Gunung Panderman sering disebut sebagai putri tidur. 

Sebenarnya Gunung Putri Tidur ini bukan hanya Gunung Panderman saja, tetapi terdiri dari 3 gunung yang saling terhubung, yakni Gunung Panderman sebagai kakinya, Gunung Kawi sebagai dadanya, dan Gunung Butak sebagai kepalanya.

Ketiga gunung yang terbentang antara Kabupaten Malang dan Kota Batu ini jika dilihat dari kejauhan tampak mirip seperti putri tidur.

Gunung satu ini berlokasi di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Batu. Nama Gunung Panderman sendiri ternyata diambil dari nama seorang pendaki pertama asal negeri Belanda bernama Van Der Man. Akhirnya lambat laun oleh warga setempat gunung tersebut dijuluki Gunung Panderman.

Konon, nama Kota Batu tak terlepas dari Gunung Panderman. Seperti dikutip dari Urbanesia, berdasarkan kisah-kisah orang tua maupun dokumen yang ada, wilayah yang terletak di kaki Gunung Panderman dengan ketinggian 700 sampai 1100 meter di atas permukaan laut ini, sampai saat ini belum diketahui secara pasti tentang kapan nama “Batu” mulai disebut untuk menamai kawasan peristirahatan tersebut.

Dari beberapa pemuka masyarakat setempat memang pernah mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu.

Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu berubah menjadi Mbah Tu lalu menjadi Mbatu atau batu sebagai sebutan yang digunakan untuk kota dingin di Jawa Timur ini.

Menurut sejarah, Abu Ghonaim merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang setia, dengan sengaja meninggalkan daerah asalnya Jawa Tengah dan hijrah dikaki Gunung Panderman untuk menghindari pengejaran dan penangkapan dari serdadu Belanda.

Abu Ghonaim atau Mbah Wastu yang memulai kehidupan barunya bersama dengan masyarakat yang ada sebelumnya serta ikut berbagi rasa, pengetahuan dan ajaran yang diperolehnya semasa menjadi pengikut Pangeran Diponegoro.

Akhirnya banyak penduduk dan sekitarnya dan masyarakat yang lain berdatangan dan menetap untuk berguru, menuntut ilmu serta belajar agama kepada Mbah Wastu.

Bermula mereka hidup dalam kelompok di daerah Bumiaji, Sisir dan Temas akhirnya lambat laun komunitasnya semakin besar dan banyak serta menjadi suatu masyarakat yang ramai.

Di sisi lain, karena panorama alam yang indah dan berudara sejuk, Kota Batu memang punya magnet tersendiri.

Untuk itulah di awal abad 19 Batu berkembang menjadi daerah tujuan wisata, khususnya orang-orang Belanda, sehingga orang-orang Belanda itupun membangun tempat-tempat Peristirahatan berupa villa bahkan bermukim di Batu.***

Editor : Ditya Arnanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut