Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap Kenapa Orang Jawa Tidak Boleh Menikah dengan Orang Sunda, Ternyata Disebabkan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Curug Cigentis Saksi Bisu Sejarah Putri Padjajaran Memeluk Agama Islam 

Jum'at, 03 Maret 2023 | 17:53 WIB
  • author Ditya Arnanta/Net Karanganyar
Curug Cigentis Saksi Bisu Sejarah Putri Padjajaran Memeluk Agama Islam 
Curug Cigentis Saksi Bisu Sejarah Putri Padjajaran Memeluk Agama Islam (Foto: Tangkapan Layar Instagram)

KARAWANG, iNewskaranganyar.id - Curug Cigentis adalah sebuah sungai di kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Sungai ini berhulu di Gunung Sanggabuana wilayah perbatasan antara Jonggol dengan Karawang. Sungai ini adalah satu dari dua anak sungai utama Sungai Cibeet selain Sungai Cipamingkis.

Di hulu Curug Cigentis terdapat objek wisata Curug Cigentis yang merupakan sebuah air terjun di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. Anak sungainya meliputi: Curug Katulampa, Curug Butik, Curug Lantis, Curug Batutuang, Curug Rangkong, Curug Jayanti dan Curug Tangkil.

Curug Cigentis terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. 

Konon nama Curug Cigentis ini berasal dari nama putri keraton yang pertama kali mandi di kolam yang terbentuk dari air terjun tersebut.

Curug Cigentis pada saat itu merupakan daerah yang kering tidak ada air sama sekali, guna keperluan hidup dan beribadah para wali berdoa bermunajat memohon dengan penuh kepasrahan, pada Tuhan YME. Usai doa dipanjatkan, dari sebuah batu yang besar keluarlah air, membentuk sebuah air terjun (Curug).

Melihat air keluar setelah doa dipanjatkan para Wali, masyarakat yang saat itu ada disekitarnya merasa kaget dan terkejut dengan kesaktian para wali.

Termasuk prajurit Prabu Siliwangi yang ditugaskan mengawal para wali tersebut. Salah satu pengawal yang bernama “Nu Geulis Nyi Geuntis” secara spontan “berikrar” masuk agama Islam.

Karena beberapa hari tidak mandi dan kekurangan air, Nyi Geuntis sari sambil sambil mengucapkan kalimat takbir, langsung terjun mandi di Curug tersebut. Sejak saat itulah para wali menamakan curug tersebut dengan “Curug Cigentis”.

Di Sekitar lokasi tersebut terdapat sebuah bukit yang sering dipakai pertemuan oleh para wali sehingga lokasi tersebut sampai saat ini dikenal dengan puncak sanggabuana.

Sangga berarti sembilan menandakan wali sembilan dan ‘Buana” berarti tempat dimana lokasi tersebut sering dipakai berkumpul dalam penyebaran agama ke daerah Cirebon, Demak, Kudus, Banten, Garut, Pamijahan Tasikmalaya, dan lain. ***

Editor: Ditya Arnanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut