Magical Night Market Berujung Polemik: Penjualan Babi di Pakuwon Solo Baru Diprotes

SUKOHARJO, iNewskaranganyar.id - Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, sebuah acara bertajuk "Magical Night Market Spesial Show Aladdin and the Magic Lamp" di Pakuwon Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, memicu kontroversi.
Pasalnya, acara yang berlangsung dari 21 Februari hingga 16 Maret 2025 tersebut menyediakan tiga stan yang menjual daging babi.
Hal ini memicu reaksi keras dari Forum Warga Grogol, yang kemudian menggelar audiensi ke kantor DPRD Sukoharjo pada Kamis, 27 Februari 2025.
Menurut Endro Sudarsono, Sekretaris Forum Warga Grogol, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Pakuwon, Cahyo, untuk mengklarifikasi iklan penjualan babi di media sosial.
Cahyo membenarkan adanya penjualan tersebut, dengan tiga stan berasal dari Surabaya. Namun, karena belum ada kepastian terkait aspirasi warga, Forum Warga Grogol meminta mediasi di DPRD Sukoharjo.
Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto, yang memimpin audiensi, berpendapat bahwa penjualan babi sebaiknya dilakukan di tempat yang terbatas, bukan di ruang publik.
Perwakilan Pakuwon, Rohman dan Cahyo, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa.
Mereka juga menginformasikan bahwa stan penjualan babi telah ditutup pada malam 24 Februari 2025, dan penjualnya telah kembali ke Surabaya pada 25 Februari 2025.
Audiensi ini dihadiri oleh tokoh agama dan masyarakat Grogol, antara lain Ust. Shobarin Syakur, Ahmad Sigid, Ranu Muda, Ust. Warso, Dimas, Teguh, dan Pambudi.
Dari pihak DPRD, hadir perwakilan Komisi 1 dan 2, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, termasuk Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Bagian Hukum, Satpol PP, dan Polres Sukoharjo. Acara diakhiri dengan foto bersama setelah Ketua DPRD Sukoharjo menutup audiensi menjelang waktu Maghrib.***
Editor : Ditya Arnanta